September 2018

NILAI HARIAN & UTS GANJIL KELAS XI BDP TAHUN AJARAN 2018-2019 BISNIS ONLINE NO NAMA "NILAI KE" 1 2 UTS JUMLAH "RATA RATA" 1 ADELA PUTRI ARYANTI 63 63 63 2 AKMAL SETIADI 0 #DIV/0! 3 ANGGI ANGGRAENI 71 71 71 4 DEVIA RAHMAWATI 63 63 63 5 DINI ANDRIANI 60 60 60 6 EKI ALFAREZI 43 43 43 7 FITRIA NUR HIDAYAT 63 63 63 8 GARNEVI INDRIANI 61 61 61 9 HERLINA NURJANAH 63 63 63 10 IMEL HILDA PRATAMA PUTRI 63 63 63 11 MOCHAMMAD SYAHDAN RAMDANI 43 43 43 12 NOVA AYU RAMADHANI 63 63 63 13 NOVA RENANDA 43 43 43 14 NURUL FEBRIANTI 57 57 57 15 OKTAVIA NURAENI 61 61 61 16 RAHMA SEPTIANI 63 63 63 17 REFI NOVIYANTI 63 63 63 18 RESTI RESTIANA 53 53 53 19 RIA RAHMAWATI 63 63 63 20 RISKA TRI NOVIANI 55 55 55 21 ROBY ADIANSYAH 0 #DIV/0! 22 SALMA PUTIHAT 60 60 60 23 SENI JULIANTI 67 67 67 24 SENI NUR FARIDATUL JANAH 70 70 70 25 SILMA MEILITA 46 46 46 26 SINDA MENTARI SUCI 57 57 57 27 SISKA LAELA RAHMAN 57 57 57 28 SITI HALDA KUSNADI 51 51 51 29 SYIFA SITI NURHASANAH 43 43 43 30 TIANTI 51 51 51 31 VINA AULIA RINJANI 60 60 60 32 VINA LESTARI 67 67 67 33 WITA NOVIA FADILLAH 63 63 63 34 ZULFI DIENUL FAUZI 65 65 65

Anak-anak kita merupakan amanah yang diberikan Alloh ta'ala kepada kita yang harus kita jaga dengan baik, menyia-nyiakan amanah berarti kita telah berbuat dosa kepada Alloh. dalam rangka menjaga amanah kita harus mendidik anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh dan shalihah. maka dengan pendidikan baik pendidikan agama ataupun pendidikan umum menjadi bekal dasar mereka untuk kehidupan kelak setelah mereka besar atau menginjak dewasa. dalam pendidikan tidak hanya dibutuhkan pengajaran dari pihak luar saja, tetapi dibutuhkan pendidikan dari keluarga khususnya umumnya di lingkungan ia bermasyarakat. salah satu pendidikan keluarga yang paling berpengaruh besar adalah uswatun hasanah (contoh yang baik)  dari orang tua. karena anak merupakan peniru yang ulung, apa yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anak kita baik ucapan maupun perilaku.
Kebiasaan orang tua sholat berjamaah salah satunya akan ditiru anaknya, orang tua yang jarang sholat maka anakpun akan meniru dan menjadi kebiasaan untuk meninggalkan sholat.

Neneng Sumarni adalah seorang guru SMK Ciledug al-Musaddadiyah Garut, dia seorang lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung jurusan Manajemen. mengajar di SMK Ciledug Al-Musaddadiyah sejak tahun 2004 sampai dengan sekarang mengajar Akuntansi.
Saat ini siap untuk mengabdikan diri di masyarakat dengan siap mencalonkan diri di Pemilu Legislatif 2019 untuk DPRD Kabupaten Garut dengan daerah pilihan (DAPIL ) 5 dengan wilayah Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Ssamarang, Pasirwangi dan Banyuresmi.

Mohon do'a dan dukungannya di pileg 2019 mendatang, dengan motto" Membela Rakyat dan membela yang benar".

Sikap Partai Demokrat yang tidak memasalahkan sebagian kadernya mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, menurut seorang pengamat, dilatari kepentingan untuk memuluskan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam pilpres 2024.

Dengan harapan meraup suara lebih besar di pemilu legislatif 2019 di wilayah basis Jokowi-Ma'ruf Amin, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini akan memiliki modal untuk memajukan AHY di pilpres 2024, kata seorang pengamat politik.

"Batu loncatan mereka untuk (Pilpres) 2024 itu harus dibangun dari (Pilpres dan Pemilu Legislatif) 2019," kata pengamat politik Yunarto Wijaya kepada BBC News Indonesia, Senin (10/09).

Seperti diketahui, sebagian kader Partai Demokrat - seperti yang terjadi di Papua - menyatakan menolak mendukung Prabowo-Sandiaga, walaupun partai mereka terikat dengan koalisi kelompok oposisi.

Sikap seperti ini justru diakomodasi pimpinan Partai Demokrat yang kemudian melahirkan tudingan bahwa mereka melakukan politik 'dua kaki' - di satu sisi bergabung dengan koalisi Prabowo, tetapi di sisi lain 'membiarkan' sebagian kadernya mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurut Yunarto Wijaya, modal pertama yang harus disiapkan untuk memuluskan AHY dalam Pilpres 2014 adalah Partai Demokrat harus meraup suara "cukup besar" di pemilu legislatif 2019.

"Caranya, mereka kemudian bersikap realistis untuk mengamankan partai Demokrat (dalam pemilu legislatif 2019), dan salah satunya adalah bagaimana mereka kemudian bisa bermain di wilayah abu-abu," paparnya.

Dalam kepentingan seperti itulah, Yunarto sependapat dengan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa Partai Demokrat melakukan politik 'dua kaki'. "Itulah yang sedang mereka lakukan," katanya.

"(Mereka) tidak mengorbankan suara-suara Partai Demokrat hanya karena pertarungan di pilpres yang akan merugikan mereka di beberapa daerah tertentu," papar Yunarto.

Partai Demokrat fokus pada pileg?
Lebih lanjut Yunarto menganalisis, Partai Demokrat kemungkinan lebih memilih konsentrasi pada pemilu legislatif ketimbang pemilu presiden 2019.


Menurutnya, dalam pilpres tersebut, Partai Gerindra lebih diuntungkan daripada Partai Demokrat.
"Partai yang memiliki kader yang dimajukan di pilpres itu akan mendapatkan keuntungan. Logikanya, ketika Prabowo-Sandi semakin tinggi suaranya, otomatis Gerindra yang diuntungkan," kata Yunarto.

"Artinya ada pertanyaan besar, jangan-jangan Demokrat dirugikan. Nah itu yang menyebabkan, dalam kepentingan ini, bukan tidak mungkin Demokrat akan fokus saja kepada pemilu legislatif," ujarnya.

"Dan merupakan pilihan realistis di daerah-daerah yang (pendukung) Jokowi sangat kuat, lebih baik mereka membiarkan kader-kadernya, dalam konteks ini ketua DPD (Partai Demokrat), untuk mendukung Jokowi," Yunarto menekankan.

Apa tanggapan Partai Demokrat?
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto menolak tuduhan bahwa pihaknya melakukan politik 'dua kaki' terkait sikap sebagian kadernya yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Rasanya tidak ya, dua kaki tidak seperti itu bahkan dua kaki itu hal yang berbeda dengan kasus yang ada di Papua ini. Memang kasus di Papua adalah khusus, maka ini merupakan khusus untuk menentukan strategi apa yang harus dilakukan di sana," kata Agus Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/09).

Agus mengatakan, hanya wilayah Papua saja yang suaranya paling signifikan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Karena itulah, Partai Demokrat saat ini tengah mencari formula agar keinginan kadernya di Papua juga dihormati.

"Karena di sana pemilihannya khusus pakai noken dan semua ketua-ketua DPC-nya sudah mendeclare hampir 90% mendukung Pak Jokowi," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pihaknya memberikan dispensasi kadernya mendukung Jokowi, karena partainya ingin sukses di pilpres dan pileg.

"Semua partai hari ini akan mengeluarkan strategi, jalan pikiran untuk mendukung ini. Kami ingin sukses dua-duanya," kata Hinca di kediaman SBY, Jakarta, Minggu (09/09).

Dia melanjutkan, karena pilpres dan pileg digelar serentak, maka "hampir semua partai politik harus mengerjakan yang bersamaan (yaitu) dua beban, dua kewajiban, tentulah kami harus sukseskan kedua-duanya," katanya menekankan.

Fadli Zon: 'Seharusnya keputusan partai mengikat'
Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, seharusnya apapun yang menjadi keputusan pimpinan pusat Partai Demokrat mengikat bagi struktur atau pimpinan di bawahnya.

"Logikanya kalau ada keputusan yang diambil DPP pasti mengikat," kata Fadli Zon kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/09).
Walaupun demikian, Fadli mengatakan dirinya tidak mau terlibat lebih dalam terkait sikap sebagian kader Partai Demokrat yang menolak mendukung Prabowo-Sandi.

"Karena setiap partai punya kebijakan sendiri untuk menentukan arah tujuan termasuk kepatuhan di dalam meneruskan kebijakan partainya," katanya.

Namun demikian, Fadli meyakini Partai Demokrat adalah partai yang tetap komitmen pada keputusan bersama yaitu mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Saya yakin ujungnya akan sama-sama mendukung," tandasnya.

Sumber :
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45472916

Senin, 03 September 2018 21:15
Editor : Dini Arining Tyas


OTOSIA.COM - Kelelahan menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hal ini terjadi lantaran pengendara memaksakan diri dan tidak memahami sifat alami tubuh. Manusia tidak bisa melawan sifat alami siklus 24 jam, seperti kapan tubuh harus beristirahat dan tidur. Sifat alami inilah harus diikuti dan dipahami sebelum berkendara.

“Anda tidak dapat melawan sifat alami, sebaiknya Anda mengikuti kondisi tersebut. Tubuh kita bekerja dalam siklus 24 jam yang terdiri dari tidur, makan dan melakukan aktivitas. Rentang waktu yang paling buruk adalah dari tengah malam sampai dengan jam 6 pagi,” terang pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Kondisi fisik yang lelah menyebabkan banyak hal, di antaranya sulit konsentrasi, menguap terus, tidak dapat mengontrol mata, tidak memperhatikan rambu-rambu atau secara tidak sengaja mengemudi terlalu dekat atau tailgate, mengemudi keluar masuk jalur, sulit menegakkan kepala, merasa tidak nyaman dan mudah marah

Lelah dapat membawa rasa kantuk. Efek mata yang terpejam sebentar 1 detik sama dengan kendaraan berjalan 14 meter. Risiko dari mata terpejam sekian detik ada beberapa macam, seperti berada di jalur lawan tanpa sadar, menabrak kendaraan lain dari belakang, adu kambing. Akibatnya, reflek terlambat, cidera ringan, berat hingga kematian.

Jika terasa mengantuk akibat tubuh lelah atau kurang istirahat, banyak beranggapan meminum kopi dapat membuat tubuh sedikit lebih segar dan mengurangi kantuk. Jika memahami sifat alami tubuh manusia, benarkah hal demikian?

“Kopi dapat membuat Anda tetap terjaga. Salah! Stimulan bukan substitusi tidur, hanya membuat Anda merasa sigap dalam waktu yang pendek. Bila Anda kurang tidur, Anda tetap akan tertidur sebentar atau micro-sleeps walaupun Anda minum kopi. Micro-sleeps (tertidur) dapat terjadi 3-5 detik, dan mematikan bila Anda sedang mengemudi. Kafein membutuhkan waktu 30 menit untuk mempengaruhi sistem tubuh Anda,” jelas Jusri.

Ada pula beranggapan, kalau belum terlalu lelah jalan terus. Ini juga cara yang salah. Menurut Jusri penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak lelah sekalipun dapat tertidur dalam ruang yang gelap.

“Bila Anda kira Anda tidak dapat tidur, rebahkan kursi dan istirahat selama 15 menit. Anda akan terkejut setelah istirahat. Kunci pintu dan pastikan cukup ventilasi. Tentu Anda masih ingin bangun kembali, kan?,” tukasnya

Mitos lainnya melawan kelelahan, ada anggapan jika orang berusia muda tidak membutuhka tidur yang terlalu lama. Ini juga salah. Sebetulnya remaja dan yang berusia muda membutuhkan lebih banyak tidur dibanding mereka yang berumur 30 tahunan.

“Remaja dan mereka yang bangun pagi cenderung merasa lebih segar pada malam hari, sehingga mereka berpendapat mereka tidak membutuhkan tidur terlalu banyak. Hiburan bagi remaja umumnya menstimulasi sehingga mereka tetap segar, yang akan stop begitu stimulasi berhenti,” katanya.

Jadi, kata Jusri, melawan kelelahan adalah dengan cara membayar kekurangan tidur, dalam arti tidur lebih cepat untuk beberapa hari saja. Lalu perbaiki pola makan agar gula darah menjadi lebih stabil atau konstan.

“Pastikan pola tidur dan bangun tidak berubah-ubah. Pahami ritme circadian tubuh Anda dan tidak melawan ritme tersebut,” imbuhnya. 

Sumber :
https://www.otosia.com/berita/deretan-mitos-melawan-kantuk-saat-berkendara-pernah-melakukannya.html

OTOSIA.COM - Saat terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada mobil atau motor, seperti kecelakaan, tak semua komponen bisa diperbaiki. Jika rusaknya parah, biasanya komponen tersebut harus diganti.

Ada banyak macam pilihan spare part atau komponen yang ditawarkan di pasaran otomotif, mulai yang asli, menyerupai asli, hingga yang jela-jelas tiruan.

Soal spare part ini, pernahkah Otolovers mendengar istilah OEM?

Jika belum, perlu diketahui bahwa OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Dari kepanjangannya pun sudah sedikit jelas ya Otolovers, bahwa OEM adalah buatan pabrik dan original.

Nah, seperti dijelaskan The Balance, partisi berstatus OEM ini adalah partisi yang secara langsung diproduksi oleh pabrikan mobil dengan brand yang sama, bukan pihak ketiga atau vendor.

Lalu, apa bedanya dengan partisi after market yang sudah familiar di kalangan pemilik kendaraan roda 4 ini?

Jika OEM diproduksi pabrikan secara langsung, partisi after market diproduksi oleh pabrikan diluar pabrik mobil itu sendiri. Biasanya produksinya dalam jumlah besar dan sesuai dengan spesifikasi dari cocok untuk berbagai macam merek kendaraan.

Artinya, tidak secara spesifik untuk kendaraan tertentu dengan merek atau brand tertentu. Berbeda dengan yang berstatus OEM. Karena diproduksi oleh pabrik mobil dengan brand yang sama, maka sudah pasti kompatibel. Tapi tentu harganya lebih tinggi ya Otolovers.

Partisi after market ini memang mirip dengan partisi OEM, seperti kualitasnya, tapi keduanya tidak benar-benar persis dan cocok untuk mobil, karena after market diproduksi pihak ketiga. Plusnya, partisi after market tentu bisa menyesuaikan budget yang mungkin pas-pasan.

Jika keduanya dibandingkan, mana yang lebih bagus, barang tentu adalah partisi OEM. Jelas, karena diproduksi pabrikan yang sama dan sudah pasti cocok. Tapi, kembali lagi pada kebutuhan dan persepsi masing-masing ya.

Ada kalanya mempertimbangkan menggunakan produk OEM karena lebih memrioritaskan kendaraan, seperti para otomotif enthusiast, body shop repairmen, atau pemilik mobil baru.

Tapi ada kalanya, lebih mengutamakan reparasi mobil, seperti yang penting mobil sudah bisa dipakai kembali. Maka, partisi dengan harga lebih murah akan menjadi pilihan dan seringnya menjadi pilihan terbaik.

Lalu, seberapa pentingkah soal 'status' partisi ini? Bagi sebagian orang tentu penting. Partisi OEM dirasa akan membuat kendaraannya terus terasa original. Tapi di sisi lain, sekali mobil sudah dipakai ya sudah tak ada lagi istilah baru.

Intinya, semua keputusan tetap ada di tangan Otolovers, ketika memilih apakah OEM atau after market.

Sumber :
https://www.otosia.com/berita/jangan-salah-kaprah-kenali-spare-part-oem-untuk-kendaraanmu.html

DokterSehat.Com– Meskipun sudah dijadikan salah satu bagian dari program empat sehat lima sempurna yang dicanangkan oleh pemerintah sejak bertahun-tahun silam, dalam realitanya konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Menurut data dari Kementerian Pertanian yang dikeluarkan pada 2016 silam, disebutkan bahwa konsumsi susu per kapita di Indonesia hanya 11,09 liter, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan konsumsi negara tetangga seperti Malaysia (50,9 liter) dan Singapura (46,1 liter). Sebenarnya, apa sih penyebab dari rendahnya konsumsi susu di Indonesia?

Ketua Yayasan Mitra Pangan, Gizi, dan Kesehatan Indonesia (MPGKI) Drs Benny Kodyat MPA menyebutkan bahwa hal pertama yang menyebabkan konsumsi susu masyarakat Indonesia sangatlah rendah adalah pasokan susu di Indonesia yang memang masih rendah. Meskipun jumlah produsen susu meningkat, dalam realitanya produksi susu masih belum mencukupi kebutuhan. Badan Pusat Statistik menyebut produksi susu lokal pada 2017 lalu hanyalah 922 ribu ton, tidak sampai 20 persen dari kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,45 juta ton.

Sebagian besar masyarakat Indonesia juga cenderung mengalami intoleransi laktosa, masalah kesehatan yang menyebabkan kita merasa kurang nyaman pada perut atau bahkan terkena diare setelah minum susu. Sebagai informasi, intoleransi laktosa adalah kondisi yang membuat usus halus kekurangan laktase yang berfungsi sebagai pengurai laktosa pada susu. Pakar kesehatan menyebut masalah ini cenderung sering terjadi pada masyarakat Asia, khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Agar tidak mengalami efek intoleransi laktosa akibat minum susu, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi yoghurt. Meskipun termasuk dalam produk turunan susu sehingga memiliki manfaat yang sama, laktosa di dalamnya cenderung lebih sederhana sehingga lebih nyaman bagi penderita intoleransi laktosa.

Sumber : 
https://doktersehat.com/orang-indonesia-jarang-minum-susu/

DokterSehat.Com– Agar bisa memberikan manfaat kesehatan yang maksimal, banyak orang yang menyebut yoghurt sebaiknya dimakan saat perut kosong. Hanya saja, jika kita cermati, yoghurt memiliki rasa yang sedikit asam. Apakah memang yoghurt tidak apa-apa jika dikonsumsi saat perut masih kosong?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa yoghurt ternyata memang paling baik untuk dikonsumsi sebelum makan atau saat perut masih kosong. Hal ini akan membuat probiotik atau bakteri baik dari yoghurt mampu mencapai usus besar sehingga memberikan manfaat maksimal bagi organ pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jika kita mengonsumsi yoghurt setelah makan, banyak dari probiotik ini yang akhirnya mati karena terpapar asam lambung yang diproduksi perut demi mencerna makanan yang sebelumnya kita konsumsi. Hal ini tentu akan membuat manfaat dari yoghurt menjadi kurang terasa. Memang, saat kita tidak makan, produksi asam lambung tetap berjalan, namun, jumlah asam lambung ini tidak banyak sehingga membuat bakteri baik yang masih hidup hingga mencapai usus juga masih banyak.

Hanya saja, anjuran untuk mengonsumsi yoghurt saat perut masih kosong ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika kita menderita masalah gastritis atau asam lambung yang kronis, maka ada baiknya kita makan yoghurt saat perut sudah terisi dengan makanan demi mencegah masalah asam lambung. Berilah jeda sekitar satu jam setelah makan demi memberikan kesempatan bagi bakteri baik untuk tetap hidup saat melewati lambung.

Dengan rutin mengonsumsi yoghurt, maka sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh menguat sehingga tubuh pun tidak akan mudah terkena penyakit.

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar keluhan orang yang menyebutkan bahwa gara-gara telat makan, tubuh terasa tidak nyaman karena mengalami masuk angin. Sebenarnya, apakah telat makan memang bisa memberikan dampak ini?

Pakar kesehatan menyebut masuk angin sebagai kombinasi gejala maag dan flu. Kondisi ini membuat kita mengalami gejala seperti perut kembung dan begah, sakit perut, sering kentut, mual, batuk-batuk, badan pegal-pegal, kedinginan, atau bahkan demam. Yang tidak disangka adalah, telat makan ternyata memang bisa menyebabkan efek masuk angin.

Hal ini disebabkan oleh telat makan yang ternyata mampu merusak ritme sirkadian tubuh, jam biologis tubuh yang mengatur kinerja berbagai organ dan sistem, termasuk sistem pencernaan. Jika sampai kita telat makan, maka sistem pencernaan yang sudah terbiasa bekerja atau mengeluarkan asam lambung di jam-jam tertentu menjadi kebingungan karena tidak ada makanan yang dikonsumsi. Kita pun akan rentan terkena kram perut hingga kenaikan asam lambung.

Selain mengeluhkan gangguan pencernaan, kita juga akan mengalami sensasi badan tidak nyaman dan lemas. Hal ini mirip dengan sensasi masuk angin, meskipun tentu saja kita tidak akan mengalami gejala seperti flu, kedinginan, atau demam akibat hal ini.

Sering telat makan atau makan dengan tidak teratur bisa membuat tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup. Kita juga akan lebih rentan mengalami gangguan metabolisme tubuh. Hal ini bisa mempengaruhi berat badan, kemampuan berpikir, hingga kesehatan mental kita. Karena alasan inilah ada baiknya kita selalu menjaga pola makan tetap sehat dan selalu makan tepat waktu setiap hari demi menjaga kesehatan tubuh.

Sumber https://doktersehat.com/telat-makan-sebabkan-masuk-angin/

Suaramuslim.net – Tak selamanya berbisnis itu harus berdiri sendiri. Manusia terkadang membutuhkan orang lain dengan kemampuan tertentu dalam mengembangkan suatu bisnis. Dalam Islam dikenal konsep syirkah dalam berbisnis.

Dari kitab Taudhihul Ahkam oleh Syaikh Abdullah Al Bassam, Syirkah berasal dari bahasa Arab, dari kata syarika (fi’il madhi), yasyraku (fi’il mudhari), yang berarti persekutuan atau perserikatan.  Diambil dengan arti tersebut, bisnis yang berjalan dengan konsep syirkah adalah bisnis yang tidak dijalankan oleh satu orang saja.

Adapun menurut para ulama fiqih, syirkah adalah suatu akad atau kerjasama antara dua orang atau lebih untuk membangun atau menjalankan suatu usaha tertentu yang masing-masing dari orang tersebut memiliki kontribusi dan keuntungan dan kerugian dari bisnis tersebut akan ditanggung bersama sesuai dengan akad.

Kemudian, berbisnis dengan konsep seperti ini diperbolehkan dalam Islam. Karena, memang sejatinya sesama saudara muslim harus saling membantu. Hukum diperbolehkannya konsep syirkah ini tersirat dalam Al Quran surat As Shaad: 24 yang berbunyi, “Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian dari mereka berbuat dzalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, dan amat sedikitlah mereka ini”.

Dari penggalan ayat tersebut dapat diketahui bahwa dalam Islam sudah mengenal konsep syirkah. Dalam menjalankan bisnis dengan konsep ini sudah seharusnya bagi tiap muslim untuk membuat akad yang adil antara satu dengan lainnya, agar tidak terjadi konflik dikemudian hari dan agar mereka juga tidak termasuk dalam golongan orang-orang dzalim seperti disebutkan dalam penggalan ayat tersebut.

Sementara itu, dalam hadits juga menyebutkan yang memperbolehkan konsep syirkah ini. Dalam Hadits Riwayat Abu Daud dan Al Hakim, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak mengkhianati pihak lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, aku keluar dari keduanya’”.

Maka dari hadits itu menyebutkan bahwa syirkah memang sudah bagian dalam Islam. Namun, perlu ditegaskan bahwa dalam syirkah harus berlandaskan dengan akad yang adil di antara pihak satu dengan lainnya. Karena jika tidak, maka pihak-pihak yang ber-syirkah tersebut adalah orang-orang yang dzalim dan Allah tidak meridhoi dan merahmati daripada orang-orang tersebut.

Kemudian, dalam kitab Al-Fiqhu ‘ Alal Madzahibi al-Arba’ah yang ditulis oleh Abdurrahman Al Jaziri, syirkah harus mengandung 3 rukun utama yaitu;

Akad
Pihak-pihak yang berakad
Obyek akad
Rukun-rukun ini adalah elemen-elemen penting dalam menjalankan bisnis dengan konsep syirkah. Dengan adanya rukun tersebut, syirkah akan membawa keuntungan maupun kerugian yang akan ditanggung bersama-sama oleh pihak-pihak yang terkait dan dengan akad yang baik akan mendatangkan rahmat dan ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhkan diri dari sifat dzalim.

Kontributor: Ilham Prahardani
Editor: Oki Aryono

Sumber : https://suaramuslim.net/mengenal-syirkah-dalam-islam/

Suaramuslim.net – Gempa menurut Imam Thabari dalam tafsirnya “Jaami’ al-Bayaan” (1420: 17/478) sebagai momentum manusia untuk mengambil pelajaran, mengingat Allah dan kembali kepada-Nya. Dan itu, dilakukan dengan sangat baik oleh Ayah Buya Hamka Rahimahumullah.

Hamka dalam buku berjudul “Ajahku; Riwajat Hidup Dr. H. Abd. Karim Amrullah dan Perdjuangan Kaum Agama di Sumatera” (1958: 131-134) mencatat dengan begitu menarik bagaimana cara ayahnya dalam menghadapi musibah gempa.

Alkisah, pada bulan Maret 1926 beliau berangkat ke Mesir bersama H. Abdullah mengendarai kapal pengangkut barang “Djember”. Baru kembali dari sana pada bulan awal bulan Juni di tahun yang sama dengan menumpang kapal “Indrapura”.

Sesampainya di Medan beliau mendapat sambutan luar biasa oleh murid-muridnya. Disediakanlah jamuan untuk menghormati ulama besar ini. Di kota-kota lain di Sumatera Timur (seperti: Kisaran dan Tanjung Balai) juga melakukan sambutan yang sama.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Sumatera Barat menuju kediamannya. Sesampainya di Sibolga pada 29 Juni 1926, beliau mendapat kabar kurang baik. Kemarin, tanggal 28, telah terjadi gempa bumi di Padang Panjang. Kabar itu begitu mengguncang hatinya. Pasalnya, rumah-rumah runtuh dan banyak orang mati ditimpa puing.

Perjalanan menuju ke rumah pun tak bisa ditangguhkan lagi. Dengan lekas beliau menaiki auto (mobil) menuju Sumatera Barat. Ternyata, apa yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri jauh lebih hebat daripada kabar yang tersiar. Rumah beliau di Gatangan hancur luluh menjadi abu. Bahkan, surau Djembatan Besi, tempat mengajar beliau dulu, juga luluh lantak.

Mengingat rumah sudah hancur, beliau bersama keluarga pada 30 Juni 1926 pergi Sungai Batang Maninjau. Kondisi saat itu begitu menyedihkan. Rumah sudah tak punya, sementara beliau harus menanggung tanggung jawab keluarga.

Menariknya, musibah yang sedemikian besar ini kata Buya Hamka tidak membuat pendirian hidup ayahnya berubah, malah bertambah teguh. Gempa memang telah menghancurkan rumahnya, namun perjuangannya tetap berlanjut. “Tidak ada harta dunia yang kekal,” tutur Abdulkarim Amrullah kepada Hamka. Selain itu beliau melanjutkan, “Harta Allah pulang kepada Allah.” Masyaallah betapa tegarnya ulama pembaharu ini.

Dengan musibah gempa beliau tak mau berputus asa. Di kampung beliau segera membangun kembali untuk kepentingan diri, keluarga dan umum. Untuk memenuhi kebutuhan itu beliau bekerja keras siang-malam. Jika kebanyakan ulama mengandalkan sedekah, beliau lebih senang bergantung pada usaha sendiri, walaupun terkadang juga tak menolak sedekah.

Untuk mengatasinya, beliau kembali mengarang buku agama. Buku itu kemudian laris, beliau pun sering diundang di daerah Minangkabau bahkan Sumatera. Dari hasil penulisan yang laku keras itu, beliau bisa membangunkan rumah untuk anak dan kemenakannya. Demikian pula tempat tinggal untuk anak dan istrinya, baru kemudian mendirikan kantor untuk menyimpan buku-bukunya yang banyak.

Di kantor tempat menyimpan buku yang dinamai “Kutub Chanah” itu, beliau menerima banyak murid untuk belajar. Di sana pula banyak orang alim menelaah dan menanyakan hukum-hukum. Pada gilirannya, banyak sekali orang yang menuntut ilmu di Sungai Batang.

Dari kisah ini, pembaca bisa tahu bagaimana cara ayah Hamka dalam mengatasi musibah gempa. Ujian dari Allah ini tidak membuatnya meratap begitu panjang atau tak menjadikannya berputus asa, namun justeru menjadi bahan evaluasi dan pelecut diri dan bangkit menuju perubahan yang lebih baik.

Selain itu, untuk mengatasi musibah ini, beliau bekerja keras untuk membangun kembali bangunan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Dengan waktu yang tidak begitu lama, beliau bisa mengatasi musibah tersebut dan bisa kembali berdedikasi untuk kepentingan dakwah dan umat.

Kontributor: Mahmud Budi Setiawan
Editor: Oki Aryono

Sumber : 
https://suaramuslim.net/hikmah-mengatasi-gempa-dari-abdulkarim-amrullah/

Suaramuslim.net – Islam tidak pernah memandang rendah atau negatif pada uang. Bahkan sebagai agama fitrah, Islam merupakan agama yang sejalan dengan naluri manusia.


Allah telah berfirman;

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali Imron: 14)

Dari ayat di atas, menurut syekh as Sa’di, manusia terbagi menjadi dua macam,

Pertama, Orang-orang yang memandang dunia dan isinya sebagai tujuan hidup. “Yaitu orang-orang yang menjadikan dunia dan isinya sebagai tujuan utama kehidupan mereka. Sehingga orientasi pemikiran mereka, aktivitas mereka baik yang dhohir maupun bathin hanya untuk dunia dan isinya itu. Mereka jauh dari tujuan mereka diciptakan. mereka memperlakukan dunia dan isinya sebagaimana perlakuan hewan ternak. Mereka bersenang-senang dengan segala kenikmatan dunia dan berusaha memenuhi (memperturutkan) syahwat-syahwat mereka. Mereka tidak lagi peduli dari jalan mana mereka mendapatkannya. Tidak pula peduli kemana mereka membelanjakannya. Mereka itulah orang-orang yang menjadikan dunia sebagai bekal menuju kebinasaan, kesusahan dan siksa”.

Kedua, Orang-orang yang memandang dunia dan isinya sebagai sarana hidup. “Orang-orang yang mengetahui maksud diciptakannya dunia dan isinya. Dan sesungguhnya Allah menjadikannya sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya. Supaya diketahui siapa orang yang mendahulukan ketaatan kepada-Nya dan meraih Ridho-Nya atas mendapatkan kesenangan dan menuruti syahwatnya saja.Maka ia menjadikan dunia dan isinya sebagai “wasilah” (sarana) bagi mereka dan jalan sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Kenikmatan duniawi digunakan dalam rangka memohon pertolongan kepada-Nya agar meraih ridho-Nya. Tubuh mereka bersama dunia tapi hati mereka terpisah”.

Sedangkan menurut Prof. Quraish Shihab mengatakan, “Dalam pandangan Al Quran, uang merupakan modal serta salah satu faktor produksi yang penting di bawah manusia dan sumber daya alam. Hal ini berbeda dengan pelaku ekonomi modern yang memandang uang sebagai segala sesuatu hingga seringkali manusia atau sumber daya alam ditelantarkan (dianiaya). (Wawasan al Quran: 352)

Harta dan Uang dalam Terminologi Al Quran
Dalam Al Quran ada dua bahasa yang berkaitan dengan harta, diantaranya;

1. Khoir, dalam QS. Al Baqarah ayat 180

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”.

Dalam kata “khoir” pada ayat di atas memiliki arti bahwa harta itu adalah sesuatu yang baik. Harta yang diperoleh dengan cara baik dan disalurkan atau digunakan dengan cara baik pula.

2. Qiyaman, dalam QS. An Nisa’ ayat 5

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Artinya: “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik”.

Kata Qiyaman pada ayat di atas memiliki arti kebutuhan pokok. Artinya setiap manusia tidak bisa terlepas dari beberapa kebutuhan pokok. Kebutuhan manusia berupa sandang, pangan dan papan dapat dipahami dari ayat berikut ini;

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ  () إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ () وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ

Artinya: “Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka”. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya”. (QS. at Thoha: 117-119)

Rezeki berupa uang yang telah diberikan oleh Allah swt. Haruslah dikelola dengan baik, tidak berfoya-foya ataupun berperilaku boros. Pada dasarnya prinsip pengelolaan uang adalah tidak ada kedholiman terhadap sesama manusia, sebagaimana firman Allah swt.

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”. (QS. Al Baqarah: 188)

Kontributor: Mannatus Salwa
Editor: Oki Aryono

Sumber : https://suaramuslim.net/beginilah-arti-uang-menurut-al-quran/

Suaramuslim.net – Idealnya setiap muslim memiliki “izzah”. Di dalam Al Quran disebutkan, “izzah adalah kepunyaan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman,” (QS. Al-Munafiqun [63]: 8) Lalu, apa yang dimaksud dengan “izzah”?

Dalam bahasa Arab, kata “izzah” mengandung beberapa makna, yaitu kuat, keras, menang, tinggi, menahan diri dan unik atau langka. (Murtadha, Tâj al-‘Arûs, XV/219) Di dalam bahasa Indonesia pun, rupanya kata ini sudah masuk idiom KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dalam kamus tersebut, ‘izzah’ ditulis ‘izah’ yang bermakna kehormatan, harga diri dan kekuasaan. Arti ini tentu tidak menyimpang dari bahasa asalnya.

Muhammad Anis Matta dalam bukunya yang berjudul “Mencari Pahlawan Indonesia” (2004: 74) membahasakannya dengan diksi “Keterhormatan” dan harga diri. “Keterhormatan,” tulisnya, “adalah tuntutan akan kelayakan. Sumbernya adalah rasa percaya diri akan diri sendiri, namun kemudian diperkuat oleh dorongan instinsik, atau naluri kepahlawanan yang membuatnya selalu ingin melakukan perbuatan-perbuatan terhormat.

Dari sosok Haji Agus Salim, ada teladan izzah bagi muslim. Bagi yang menulusiri kehidupannya -baik sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia- figur yang dijuluki Presiden Soekarno dengan subutan “The Grand Old Man” ini mengandung pelajaran berharga, utamanya dalam hal izzah (keterhomatan dan harga diri).

Sebelum Indonesia merdeka, sosok yang selama hidupnya dikenal melarat ini datang menemui salah satu temannya di salah satu kantor milik orang Belanda. Pada waktu itu, Salim diejek olehnya, “Tjoba kalau kau mau bekerdja sama Belanda, tentu kau tidak seperti sekarang, tak punja apa-apa.”

Tak lama setelah itu, tiba-tiba Cobee –salah seorang adviesur Belanda— datang lalu menyalami Agus Salim dan memberi hormat kepadanya. Setelah kejadian itu, dengan penuh izzah, sang diplomat jenaka ini berkata kepada teman yang mengejeknya tadi, “Tjoba kala saja bekerja sama Belanda, tentu seperti kau. Melihat madjikanmu datang, engkau merasa ketakutan. Akan tetapi meskipun saja tidak bekerdja, namun dia hormat kepada saja.” (Solichin Salam, 1964: 204)

Di sini terlihat bagaimana izzah seorang Agus Salim. Ia ingin menunjukkan kepada temannya, meski tidak begitu punya harta, asal punya izzah hidup akan menjadi lebih terhormat dan mulia. Dibanding hidup berkecupan dan bergelimang harta, tapi menjadi hina di bawah kuasa penjajah.

Pasca kemerdekaan, tepatnya 3 Juni 1953, Presiden Soekarno mengutus Agus Salim bersama Sri Paku Alam dan Duta Besar Indonesia ke Inggris dalam acara penobatan Ratu Elizabeth II. Dalam acara itu Salim menghisap rokok kreteknya. Ketika berhadapan dengan Pangeran Duke of Edinburg –suami Ratu Elizabet– rupanya bau rokok mengganggu penciumannya dan disebutnya sebagai bau busuk.

Bukan Agus Salim kalau tidak mampu menjawab ejekan ini. Bukan terutama masalah rokok yang menjadi masalah, tapi masalah “izzah” (kehormatan dan harga diri). Ia menjawab dengan bahasa Inggris fasih yang artinya demikian, “Paduka boleh tidak menjukai bau ini sekarang, Jang Mulia. Akan tetapi djustru bau inilah dahulu yang menarik bangsa Eropa pergi ke negeri saja.”

Sebagaimana jamak diketahui, para penjajah dahulu salah satu yang diburu di nusantara adalah rempah-rempah, termasuk tembakau. Dengan logika tajam ini seolah Salim ingin membalik omongan suami Ratu Inggris itu bahwa barang yang direndahkannya ini adalah barang berharga yang datang dari Indonesia. Kalau tidak berharga, buat apa negara-negara Eropa –yang dulu sebagai penjajah Indonesia— sampai mencarinya.

Jawaban telak ini menunjukkan kaliber izzah Agus Salim. Sebagai muslim, negarawan dan bapak bangsa, dirinya tidak mau dihina harga diri dan kehormatannya. Meski kondisi melarat, tidak punya banyak harta benda, tetapi yang namanya izzah harus tetap dijunjung di mana pun berada. Demikianlah sekelumit cerita izzah muslim yang bisa diteladai dari sosok Agus Salim.

Sebagai penutup, pepatah ini penting direnungi karena berkaitan dengan kehormatan dan harga diri: “Pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan.” Artinya, tiap orang tak mau dihina, karena mempunyai harga diri atau gengsi (Heroe Kasida Brataatmadja, Kamus 2000 Pribahasa Indonesia, 118)

Kontributor: Mahmud Budi Setiawan
Editor: Oki Aryono

Sumber : 
https://suaramuslim.net/meneladani-izzah-muslim-dari-sosok-haji-agus-salim/

Suaramuslim.net – Apakah Anda hendak menunaikan zakat? Apakah Anda ragu dengan hukum memberikan zakat Anda kepada beberapa kerabat Anda yang dalam keadaan fakir? Mari kita pelajari bersama hukumnya dari apa yang telah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam karyanya Kitab Halal dan Haram dalam Islam.


Memberikan zakat kepada kaum kerabat lebih utama daripada memberikannya kepada orang lain. Karena pemberian zakat kepada mereka merupakan sedekah dan bentuk menyambung tali silaturahmi. Jika saudara, atau paman, atau saudari atau bibi termasuk orang yang berhak untuk menerima zakat, maka mereka lebih utama daripada yang lainnya.

Tetapi jika mereka mengambil zakat karena kebutuhan mereka, sedangkan muzaki adalah orang yang wajib memberikan nafkah kepada mereka, maka tidak boleh memberikan zakat kepada mereka. Karena jika muzaki memberiikan zakat kepada mereka, maka ia telah melindungi hartanya dan menyelamatkannya dengan memberikan zakatnya. Contoh: Muzaki memiliki saudara laki-laki yang fakir yang nafkahnya menjadi tanggungannya, sedang ia wajib mengeluarkan zakat, maka ia tidak boleh memberinya zakat karena kefakirannya. Karena jika ia memberinya karena kefakirannya, maka ia telah melindungi hartanya dan menyelamatkan hartanya itu dengan memberikan zakatnya. Sebab, sekalipun ia tidak memberikan zakatnya kepadanya, ia tetap berkewajiban memberikan nafkah kepadanya.

Lain halnya jika saudaranya memiliki utang dan tidak mampu melunasinya, seperti jika dia merusakkan sesuatu atau melakukan suatu kejahatan kepada orang lain yang mewajibkan pembayaran dengan harta, maka pada keadaan ini ia boleh membayarkan utangnya dari zakat. Karena ia tidak berkewajiban membayar utangnya. Yang wajib adalah memberikan nafkah kepadanya.

Kaidahnya
Kaum kerabat jika diberi zakat oleh seseorang dari hartanya untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan dia adalah orang yang wajib dia beri nafkah, maka hal itu tidak sah. Namun jika dia memberikannya untuk suatu urusan yang dia tidak wajib menanggungnya (contoh diatas hutang), maka hal ini diperbolehkan. Bahkan mereka lebih berhak untuk mendapatkannya daripada orang lain.

Syaikh mengatakan, jika ada yang bertanya “Apa dalilmu atas hal ini?” Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimi mengakatan. “Dalilnya adalah keumuman dalil-dalil. Bahkan keumuman ayat zakat. Kami hanya melarang memberikan kepada mereka jika pemberian itu untuk memenuhi kebutuhan yang menjadi tanggungannya. Karena hal ini termasuk menggugurkan suatu kewajiban dengan bersiasat. Sedang kewajiban itu tidak mungkin digugurkan dengan bersiasat”.

Demikian penjelasan tentang hukum memberikan zakat kepada kerabat yang fakir, diperbolehkan bahkan disarankan, dengan syarat kita tidak memiliki kewajiban memberi nafkah kepada kerabat kita tersebut. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Kontributor: Aisy*
Editor: Oki Aryono

Sumber : 
https://suaramuslim.net/hukum-memberikan-zakat-kepada-kerabat-kerabat-yang-fakir/

Suaramuslim.net – Masa kanak-kanak adalah fase yang penting dalam pertumbuhan anak. Untuk menumbuhkan karakter yang baik pada anak, pendidikan anak usia dini sangat diperlukan karena merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan dalam jalur formal, non formal dan informal. Lantas bagaimana mendidik anak di usia dini yang tepat?


Dengan menanamkan akhlak yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak, sehingga ia mampu menolak syahwat yang jelek, dan menjadikan jiwanya tidak akan merasa nyaman kecuali dengan hal-hal yang baik, dan jiwanya akan membenci apa pun yang bertentangan dengan akhlak yang baik, sehingga anak akan menerima akhlak yang baik, dan mencintai akhlak tersebut.

1. Kelembutan

“Dari ‘Aisyah, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (HR. Bukhari).

Mengajarkan kelembutan pada anak akan menumbuhkan karakter anak menjadi pribadi yang ramah dan sabar. Di antara tabiat anak-anak adalah mereka mencintai orang tua yang lemah lembut kepada mereka, membantu mereka, dan yang perhatian kepada mereka. Jangan sampai berteriak dan bahkan membentak anak. Anak usia dini membutuhkan hiburan dan permainan, sebagaimana juga usia dini adalah usia yang tepat untuk menanamkan adab-adab dan pendidikan yang baik. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menyeimbangkan antara keduanya.

2. Penggunaan hukuman secara bijak

Mendidik anak dengan lembut bukan berarti tidak memberikan anak hukuman jika ia melakukan kesalahan. Dalam membesarkan anak, hukuman harus digunakan secara bijak. Tidak benar jika anak selalu dihukum untuk setiap pelanggaran yang dilakukan. Hukuman diterapkan saat kelembutan tidak lagi berpengaruh, dan ketika nasehat, perintah dan larangan telah diabaikan.

Kemudian, hukuman juga harus memberikan manfaat. Sebagai contoh, saat seorang anak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi, maka Anda dapat membatasi program yang mereka tonton, yakni yang bermanfaat dan tidak membahayakan secara umum, dan bebas dari perkara mungkar sebisa mungkin.

3. Berikan contoh yang baik

Dalam mendidik anak sejak dini agar tumbuh menjadi anak yang baik, orang tua harus memiliki akhlaq yang baik terlebih dahulu. Misalnya berkata lembut kepada anak sehingga anak juga akan memiliki kebiasaan tersebut dengan teman-temannya.

4. Anak tumbuh di lingkungan yang baik

Lingkungan juga memiliki peran penting dalam pendidikan anak usia dini. Pastikan lingkungan tempat anak tumbuh terdapat masjid atau pusat kegiatan Islam yang aktif dalam menjalankan program-program untuk anak-anak muslim. Sebagai contoh, jika seorang anak tertarik dalam olahraga tertentu atau aktivitas lainnya, orang tua dapat mencarikan klub olahraga atau organisasi serupa yang cocok, yang dikelola oleh muslim yang berkomitmen pada syariat Islam, yang diikuti oleh keluarga-keluarga muslim yang bersemangat untuk memberikan anak-anak mereka pendidikan yang baik.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget